Rabu, 28 Maret 2012

Pengantar Studi Islam


            Studi Islam adalah mempelajari islam secara kritis dengan berbagai metode dan pendekatan serta sistematis, apabila dia insider dia harus distance supaya tidak subjektif.
Metode adalah cara mengkaji.
Pendekatan adalah sudut pandang.
Problem kaum muslim:
1.      Terlalu bangga dengan kejayaan islam masa lampau.
2.      Tidak mengikuti perkembangan zaman.
3.      Telah didoktrin.
Metode-metode dalam study islam:
1.      Komparatif
2.      Partisipatif-aktif
3.      Sintesis
4.      Analisis-historis
Pendekatan-pendekatan dalam studi islam:
1.      Theologis
2.      Historis
3.      Sosio-kultural
4.      Sosiologis
5.      Filosofis
·         Dalam study islam kita dapat meninjau ulang pemikiran orientalis.
·         Kita tidak tahu siapa yang benar dalam memahami islam, mungkin benar dan mungkin salah, yang penting hasil kajian dapat diverifikasi.
·         Ulum ad-Diin/Religious knowledge adalah representasi tradisi lokal keislaman yang berbasis pada bahasa dan teks-teks atau nash-nash keagamaan.
·         Al-Fikr al-Islamy adalah representasi pemikiran islam yang berbasis pada rasio intelek.
·         Dirasah Islamiyyah/Islamic Studies adalah keilmuan baru yang berbasis pada paradigma keilmuan sosial kritis-komparatif lantaran melibatkan seluruh pengalaman umat manusia di alam historis-empiris yang amat sangat beraneka ragam.
·         Orang indonesia banyak bicara, tidak suka menulis, jadi diteliti sulit.
No.
Tokoh
Keterangan
1.
Ibnu Khaldun
Dakwah Islam
2.
Ibnu Rusyd
Dakwah Islam
3.
As-Syahrastani
Dakwah Islam
4.
Rabi’ah al-Adawiyyah
Dakwah Islam
5.
Jamaludin al-Afghani
Dakwah Islam
6.
Muhammad Abduh
Study Islam
7.
Hasan al-Banna
Dakwah Islam
8.
Fazlur Rahman
Study Islam
9.
Moh. Syahrur
Study Islam
10.
Seyyed Hossein Nasr
Study Islam
11.
Asghar Ali Enginer
Study Islam
12.
Mukti Ali
Study Islam
13.
Nurkholis Majid
Study Islam
14.
Harun Nasution
Study Islam
15.
Kuntowijoyo
Study Islam
16.
Ali Syari’ati
Study Islam
17.
Sayid Qutb
Dakwah Islam
18.
Muhammad bin Abdul Wahab
Dakwah Islam
19.
Snouck Hurgonje
Study Islam
20.
Ignaz Goldziher
Study Islam

Pidato Bahasa Arab


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
            مدير الجامعة المكرم ان لم يحضر فى هذا المجلس المبارك
            رئيس الجلسة المكرم
            ايها الحاضرون الكرام
            اخواننا الاعزاء
            بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين, وبه نستعين على امور الدنيا و الدين, والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين. قال الله تعالى فى كتابه الكريم وهو اصدق القائلين "أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا أمنا وهم لا يفتنون" اما بعد.
            قبل القاء خطبتنا نرجو منكم ان تشكروا الله تعالى الذى قد اعطانا نعما كثيرة و بها نستطيع ان نجمع فى هذا المكان المبارك, ونرجو منكم ان تصلوا وتسلموا على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه اجمعين.
            وفى هذا المناسبة المباركة نشكر رئيس الجلسة على الفرصة النفيسة التى اعطاناها فى القاء الخطبة تحت موضوع:
"الصبر على البلاء"
            اخواننا فى الدين!
            قبل ان نبين خطبتنا نبدأ بتبيين تعريف الصبر, الصبر لغة الحبس واصطلاحا حبس النفس بما امرت عن مكابدة الطاعات.
            اخواننا فى الدين!
            كما قلنا امام الخطبة "أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا أمنا وهم لا يفتنون", اخواننا واخواتنا! هذه الاية بينت بان الله سيبتلى لنا لكى يظهر باننا نؤمن بالله حق ايمانه أم لا؟ الله ربنا أيضا قال "ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الاموال والنفس والثمرات وبشر الصابرين" هذه الاية بينت بان الله سيبتلى لنا يمكن من الخوف او الجوع او نقصان الاموال, فكيف؟ فى اية "وبشر الصابرين" كأن الله اوصى لنا بالصبر, ثم اذا صبرنا فنحن ان شاء الله من الفائزين.
            اخواننا فى الدين!
            اعلموا اذا اصبتكم مصيبة او البلاء فصبرتم فلكم اجر بغير حساب, كما قال تعالى "انما يوفى الصابرون اجرهم بغير حساب"
            اخواننا فى الدين!
            تلك الايات التي بينت الصبر, الان الاحاديث التي بينت الصبر, هي كثيرة جدا كمثل "ما اعطي احد عطاء خيرا اوسع من الصبر" وسئل الرسول عن افضل الاعمال فقال الصبر زالسماحة"
            اخواننا في الدين!
            الان نحن نتعلم فى هذه الجامعة المحبوبة, الان نحن بعيد من الوالدين ومن الاقرباء, كيف اذا اصبتنا المصيبة؟ الاول الصبر الثانى التفاؤل الثالث لنا اصحاب, استعينوا بهم.
            اخواننا فى الدين!
            فى القران قصة كثيرة تستعبر قى الصبر على البلاء, ومنها قصة نبينا يوسف فى السجن و قصة نبينا ايوب. هما صابران اذابتلاهما الله, وقصة نبينا ابراهيم وغير ذالك. ايضا قصة اصحاب الرسول فى اول عهد الاسلام هم صابرون عن اذاء مشركي قريش كعمار ابن ياسر وبلال ابن رباح.   
            تلك هى خطبتنا المختصرة القيناهالكم فى هذا المساء, واخيرا نقول لكم:
            و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته










Ushul Fikih

SYARIAT
Syariah secara bahasa artinya jalan menuju sumber mata air, ini diambil dari kata syir’ah. Mata air adalah keselamatan dunia. Jadi, agama diseluruh dunia adalah syariat.
            Syariah secara istilah artinya segala ketetapan atau ketentuan Allah untuk manusia untuk keselamatan dunia dan akherat, yang ketentuannya berada di al-Qur’an dan Hadis. Syari’nya adalah Allah yang sifatnya absolut, abadi dan universal.
            Syariah itu mencakup seluruh aspek hidup manusia:
1.      Akidah
2.      Amaliyyah
3.      Khuluqiyyah
Tapi kemudian dipersempit cakupannya menjadi amaliyyah saja.
Absolut syariat/maqoshidus syariat:
1.      Hifzud Diin
2.      Hifzun Nafs
3.      Hifzul Aql
4.      Hifzul Maal
5.      Hifzun Nasl
Contoh syariah:
والسارق والسارقة فاقطعوا ايديهما الخ

FIKIH
Fikih secara bahasa artinya mengerti, mengetahui. Fikih secara istilah ilmu tentang hukum-hukum syariat yang digali dari dalil-dalil yang terperinci. Fuqoha’ atau mujtahid adalah manusia yang memahami syariat, karena fuqoha’ itu manusia maka pemahaman dia terhadap syariat (tafaqquh) itu sifatnya relatif/tidak tetap, temporal/sementara dan lokalistik/kedaerahan. Hal ini terjadi karena fuqoha’ pasti terpengaruh sosial, budaya, politik, ekonomi dan ilmu pengetahuan.
Contoh;لانكاح الا بولي
Hal ini wajib menurut imam Syafii tapi tidak wajib menurut imam hanafi, karena beda kultur kedua imam tersebut.

USHUL FIKIH
            Ushul fikih adalah ilmu tentang kaidah-kaidah yang dijadikan sarana penggalian hukum-hukum syariat, dari dalil-dalil yang global. Metode dan pendekatan dalam Ushul Fikih ada dua:
1.      Metode Deduktif dan pendekatan Normativ-doktriner
Metode dan pendekatan ini menjadikan al-Quran dan hadis sebagai sumber utama untuk menghukumi realitas masyarakat. Karena tidak semua peraturan yang ada di al-Quran itu sesuai dengan yang berlaku di masyarakat, maka metode dan pendekatan ini sering lepas dari realitas masyarakat. Dan dampaknya orang tersebut akan anarkis.
Contoh; kebolehan poligami.
2.      Metode Induktif dan pendekatan empiris-historis
al-Qur’an dan Hadis adalah kebenaran mutlak, tetapi manusia dalam memahaminya pasti tidak lepas dari kondisi sosial yang ada. Jadi al-Qur’an dan Hadis harus bisa menjawab realitas masyarakat. Dalam hal ini maka al-Qur’an dapat dipelajari dengan pendekatan psikologis, historis, sosiologis dan antropologis. Jadi jangan gampang menyalahkan orang, barangkali dia berbeda dengan kita dalam menggunakan pendekatan, apalagi mengkafir-kafirkan. Hal ini hegel juga mengatakan “ semua orang dahulu dan sekarang itu benar, sesuai dengan bidangnya/metodologi yang dapat dipertanggung jawabkan”.
Contoh: keharaman poligami

SISTEM PENGETAHUAN
1.      Bayani
Sistem pengetahuan ini, sumber pengetahuan/kebenaran adalah teks. Dasar berfikirnya adalah ajaran atomoisme yaitu tidak ada azas kausalitas/sebab akibat, sebab terjadi bersamaan dengan akibat, karena akibat adalah perbuatan Allah.
Contoh: keharaman ajinomoto
2.      Burhani.
Sistem pengetahuan ini, sumber pengetahuan adalah realitas: alam, sosial keagamaaan dan sosial kemanusiaan. Dasar berfikirnya adalah akal semata tanpa bersandar pada teks suci. Aliran ini dianut oleh muktazilah dan filosof.
3.      Irfani.
Sistem pengetahuan ini, sumber pengetahuan adalah intuisi, kasyaf atau ilham. Tidak mempunyai dasar berfikir, karena untuk mendapatkan sesuatu, golongan ini melakukan pembersihan hati/kalbu, karena dengannya aka dapat menghilangkan penghalang. Contoh; sholat istikharah.
v  Ontologi hukum syari’at.
Hukum syariat adalah titah Allah yang berhubungan dengan perbuatan-perbuatan orang mukallaf, baik berupa tuntutan, pilihan atau penetapan. Ontologi hukum syariat adalah hakikat dari hukum syariat/asal mula pengetahuan hukum syariat adalah titah Allah yang qodim, sekarang bagaimana kalau dipahami oleh manusia yang sifatnya hadis (baru), sebelum menjawab lebih dahulu diketahui hukum adalah sesuatu yang ditemukan manusia bukan buatan manusia. Jadi kemungkinan hukum yang ditentukan oleh manusia terbagi menjadi 3 kelompok:
1.      Rasionalis adalah mereka cenderung obyektif. Karena mereka melihat realita.
2.      Tradisionalis adalah mereka yang cenderung subyektif. Karena mereka melihatnya dari wahyu.
3.      Mencoba menengahi keduanya.


→→INI ADALAH INTI DARI USHUL FIKIH..............
METODE PENEMUAN HUKUM ISLAM
Semua sistem hukum memerlukan tafsir, kenapa?
1.      Karena apa yang dirumuskan oleh pasal undang-undang itu kurang atau tidak jelas.
2.      Semula jelas, kemudian masalah itu menjadi kompleks dari pada yang digambarkan ketika undang-undang itu dibuat.
3.      Perkembangan yang begitu cepat sehingga banyak hal yang belum ditentukan hukumnya.
v  Metode penemuan hukum islam itu ada 3:
1.      Interpretasi linguistik
Metode ini menggunakan metode bayani jadi orientasinya pada teks. Metode ini mempunyai 2 aspek:
a)      Aspek teoritis, asal ushul bahasa, analogi bahasa, perubahan makna kata.
b)      Kajian terapan/aplikasi teoritis.
2.      Metode kausasi
3.      Metode teleologis/maslahah.
v  Aliran fikih itu ada 2: mutakallimin (dalam hal ini syafi’iyyah), fuqoha’ (dalam hal ini hanafiyyah).
v  Bahasa menurut syafi’iyyah ada yang jelas (dzohir dan nas), tidak jelas (mujmal dan mutasyabih)
v  Bahasa menurut Hanafiyyah dzohir, nash, mufassir, muhkam, khofi, musykil, mujmal dan mutasyabih.
v  Metode yang digunakan hanafiyyah adalah dilalah imaroh dan dilalah ad dilalah. Sedangkan syafi’iyyah adalah mafhum.
v  Lafadz dikaji dari segi luas dan sempitnya cakupan makna adalah: ‘amm, khash, mutlaq, muqayyad, musytarak, muradif, hakiki dan majazi.
v  Lafadz dikaji dari segi formula atau bentuk perintah hukum adalah amar, nahi dan takhyir.
ASUMSI DASAR MENGENAI BAHASA
Bahasa adalah bunyi-bunyi vokal yang digunakan oleh sekelompok manusia untuk mengungkapkan tujuan-tujuan mereka. Pandangan kelompok terhadap bahasa ada 2:
1.      Kelompok optimistik: bahasa itu bersifat baku/tidak melalui perubahan arti, kecuali bahasa itu dirubah oleh Allah atau mempunyai makna qiyasi/majazi. Jadi cara mengetahui makna maka lihat bahasanya/ pernyataannya.
2.      Skeptisisme/muktazilah: cara mengetahui makna tidak dilihat dari bahasanya tetapi dilihat dari isi/pikirannya.
v  Teori asal ushul bahasa itu ada 2:
1.      Thabiiyyah/alamiyyah. Mereka berpendapat lafadz dan makna ada hubungannya. ini diusung oleh minoritas yaitu muktazilah.
Contoh: mengembek.
2.      Penetapan/wadl’iyyah. Mereka berpendapat lafadz dan makna tidak ada hubungannya.
Contoh: kertas.




UAS Ulumul Qur'an

SOAL (Ulumul Qur'an)
1.      Mengapa Allah swt. menghadirkan kisah-kisah dalam al-Qur’an? Sebutkan 3 kisah dalam al-Qur’an yang paling mengesankan menurut anda?
2.      Mengapa Allah swt. Menghadirkan perumpamaan-perumpamaan dalam al-Quran? Sebutkan 3 perumpamaan yang anda sukai? Dan mengapa anda sukai?
3.      Jelaskan sumpah Allah swt. dalam al-Qur’an dalam surat as-Syams dan keserasian-keserasian di dalamnya?
JAWAB
1.      Karena Allah ingin menguatkan hati Nabi Muhammad saw. dan umatnya dalam menegakkan agama Allah swt. serta meyakinkan akan jayanya kebenaran dan hancurnya kebatilan.
a)      Yusuf (12): ayat 4-101.
b)      Al-Fiil (105): ayat 1-5.
c)      Al-Lahab (111): ayat 1-5.
2.      Karena Allah ingin memudahkan manusia dalam memahami ayat al-Qur’an yang pelik-pelik dengan perantaraan amtsal.
a)      لا فارض ولا بكر عوان بين ذالك
Alasan: karena ayat ini seperti ungkapan sebaik-baik perkara adalah pertengahan.
b)      من يعمل سوءا يجز به
Alasan: karena ayat ini seperti ungkapan jika kau hutang maka kau akan dimintai hutang pula.
c)      مثلهم كمثل الذي استوقد نارا فلما أضاءت ماحوله ذهب الله بنورهم وتركهم في ظلمات لايبصرون
Alasan: perumpamaan  seperti ini sangat memudahkan akan kepahaman, karena perumpamaannya sangat jelas.
3.      Di ayat pertama Allah bersumpah dengan sumber tatasurya, kemudian bersumpah dengan penyinar diwaktu malam, kemudian bersumpah dengan waktu siang dan malam, kemudian bersumpah dengan langit dan bumi, yang terakhir bersumpah dengan jiwa.
Keserasiannya: Menurut saya Allah seakan-akan menyuruh kita merenungkan ciptaannya yang luar biasa, matahari yang lebih besar dari bulan, siang lebih terang dari malam, langit lebih luas dari bumi, yang terakhir jiwa, jiwa itu ada yang buruk dan ada yang baik.
Atau juga Allah ingin menuntun kita untut merenungkan ciptaannya yang berpasang-pasangan, matahari dengan bulan, siang dengan malam, langit dengan bumi, jiwa yang baik dengan yang buruk.